Rumah Klasik Adat Tradisonal Mandar

Pada kesemptn kali ini kami akan membahas rumah adat tradisional yang memiliki konsep rumah klasik pada bangunannya. Rumah adat tersebut adalah rumah tradisional mandar. Selamat membaca dan semoga bermanfaat bagi kita semua.

Rumah Klasik adat tradisional Mandar, baik ”boyang adaq” ataupun boyang beasa biasanya memiliki dua tangga, yakni tangga depan serta tangga belakang. Tiap-tiap tangga memiliki anak tangga yang banyaknya tetap ganjil. Jumlahnya anak tangga pada tiap-tiap tangga sekitar 7 sampai 13 buah. Jumlahnya itu sesuai dengan tinggi rumah. Biasanya, boyang adaq mempunyai anak tangga yang semakin banyak, yakni sekitar 11 sampai 13 buah. Sedang ”boyang beasa” kira-kira 7 sampai 9 buah. Pada boyang adaq, tangga depannya bersusun dua ditambahkan dengan pasangan. Dan ”boyang beasa”, tangganya tidak bersusun serta tidak diperlengkapi pegangan.

rumah klasik

Ada ruangan dibawah lantai yang dimaksud ”naong boyang” (kolong rumah). Pada saat lalu, kolong rumah cuma berlantai tanah. Di tempat itu seringkali dibuatkan ”rambang” menjadi kandang ternak. Ada saatnya menjadi tempat manette (menenun) kain sarung buat para wanita.

Suatu bangunan rumah ”boyang” bukan sekedar berperan menjadi rumah, tapi mempunyai nilai serta arti sendiri sama dengan adat istiadat penduduk tradisional Mandar. Olehnya itu, satu rumah tradisional mempunyai keunikan terpenting pada tipologi, interior/exterior, serta ornament yang ada didalamnya yang memancarkan kesan rumah klasik pada bangunan tersebut.

Biasanya rumah tradisional, baik rumah bangsawan ataupun rumah orang biasa di tanah Mandar, menggunakan ”ragam hias ornamen”. Di bagian atap, dinding, plafon dan lain-lain. Penambahan ornamen tidak hanya cuman memiliki fungsi menjadi hiasan atau bahan tambahan, tapi serta ikut juga memiliki fungsi sebagai identitas sosial, serta menjadi makna budaya dalam penduduk di wilayah tersebut. Corak “ornamen” biasanya bersumber dari alam sekitar manusia seperti flora, fauna, deskripsi alam, agama serta keyakinan akan tetapi tidak semua flora, fauna dan lain-lain bisa jadikan corak “ornamen”.

READ  Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Tumbuhan

Oke,, cukup sekian pembahasan rumah adat tradisonal mandar dan semoga ulasan kali dapat menambah wawasan dari kekayaan budayaan dari indonesia. la-commune.com

Share Sobatmu Yang Kurang Piknik :)